Jumat, 26 Februari 2016
Epidemi HIV/AIDS ”Tidak Terkendali”
”Di seluruh dunia, 40 juta orang terinfeksi HIV, 20 juta tewas karena AIDS, dan 750.000 bayi lahir terinfeksi HIV setiap tahun,” lapor jurnal medis Inggris The Lancet. Pada tahun 2001 saja, ada lima juta orang yang baru terinfeksi dan tiga juta yang tewas karena AIDS. Menurut Peter Piot, direktur eksekutif Program Gabungan PBB untuk HIV/AIDS,
epidemi itu ”tidak terkendalikan”, walau masih dalam ”tahap-tahap
awal”. Ia memperkirakan bahwa dalam 20 tahun ke depan, 70 juta orang
akan tewas karena AIDS. Di Afrika bagian selatan Sahara, antara 30 dan 50 persen penduduk di beberapa kota ternyata positif HIV. Dengan begitu banyak orang muda yang tewas karena AIDS,
dikhawatirkan bahwa pada tahun 2020, lebih dari 25 persen tenaga kerja
akan hilang. ”Dampaknya terhadap anak-anak memiliki implikasi terpenting
bagi pemulihan ekonomi di masa depan,” kata The Lancet. Di Zimbabwe, ”pada waktu beranjak dewasa, satu dari lima anak ini dapat mengantisipasi kehilangan setidaknya satu orang tua”.
Mengapa Kita Membutuhkan Guru
”Sehari bersama guru yang hebat lebih baik daripada ribuan hari belajar dengan rajin.” —Peribahasa Jepang.
APAKAH Anda ingat guru yang pernah benar-benar membuat Anda terkesan di sekolah? Atau, jika Anda masih bersekolah, apakah Anda memiliki guru favorit? Jika demikian, apa alasannya?
Seorang guru
yang baik menanamkan kepercayaan diri dan membuat kegiatan belajar
menjadi tantangan yang menarik. Seorang pria berusia 70 tahun dari
Inggris dengan bangga menceritakan guru bahasa
Inggris di sekolahnya dulu di Birmingham. ”Pak Clewley menyadarkan saya
bahwa saya punya berbagai kesanggupan yang tidak saya ketahui. Saya
pemalu dan suka menahan diri untuk berbicara atau bertindak, tetapi Pak
Clewley melatih saya untuk tampil di kompetisi drama sekolah. Pada tahun
terakhir masa sekolah, saya memenangkan kompetisi itu. Saya tidak akan
dapat melakukannya tanpa dorongan moril dari dia. Sayangnya, saya tidak
pernah bertemu dengan dia lagi untuk mengucapkan terima kasih atas
pengabdiannya kepada siswa-siswinya.”
Margit, seorang wanita yang menyenangkan berusia 50-an, dari Munich, Jerman, berkata, ”Ada seorang guru yang khususnya saya sukai. Ibu guru
ini pandai menjelaskan hal-hal yang rumit dengan cara yang sederhana.
Ia mendorong kami untuk bertanya sewaktu ada yang tidak kami mengerti.
Ia ramah, tidak judes. Hal ini membuat pelajarannya lebih menyenangkan.”
Peter, dari Australia, mengenang guru
matematikanya yang, sebagaimana ia katakan, ”membantu kami memahami
relevansi dari pokok yang kami sedang pelajari dengan memberikan
contoh-contoh praktis. Sewaktu kami sedang mempelajari trigonometri, ia
memperlihatkan kepada kami caranya mengukur tinggi sebuah bangunan tanpa
menyentuhnya, hanya dengan menggunakan prinsip-prinsip trigonometri.
Saya ingat bahwa saya pernah berkata dalam hati, ’Nah, ini baru yang
namanya guru!’”
Pauline, dari Inggris bagian utara, mengaku kepada gurunya, ”Saya punya masalah dengan matematika.” Sang guru
bertanya, ”Apakah kamu mau memperbaikinya? Saya bisa membantu.” Pauline
melanjutkan, ”Selama beberapa bulan berikutnya, ia memberi saya
perhatian ekstra, bahkan sepulang sekolah. Saya tahu bahwa ia ingin saya
berhasil —bahwa ia peduli. Karena itulah saya berupaya lebih keras, dan saya membuat kemajuan.”
Angie, dari Skotlandia, yang sekarang berusia 30-an, mengenang Pak Graham, guru
sejarahnya. ”Ia membuat sejarah menjadi begitu menarik! Ia merangkai
peristiwa-peristiwa menjadi sebuah kisah, dan ia sangat antusias akan
setiap pokok bahasan. Ia membuat semuanya hidup.” Angie juga dengan
bangga mengenang Ibu Hewitt, gurunya sewaktu di kelas 1 SD. ”Ia baik dan
penuh perhatian. Suatu hari pada jam pelajarannya, saya bertanya
kepadanya. Ia langsung merangkul saya. Ia membuat saya merasa bahwa ia
sungguh-sungguh peduli kepada saya.”
Timothy, dari Yunani bagian selatan, menyatakan penghargaannya. ”Saya masih ingat guru
sains saya. Ia mengubah untuk selama-lamanya pandangan saya terhadap
dunia di sekitar saya serta kehidupan ini. Ia menciptakan suasana takjub
dan kagum di kelas. Ia menanamkan dalam diri kami hasrat akan
pengetahuan dan kecintaan kepada pemahaman.”
Contoh lainnya adalah Ramona, dari Kalifornia, AS. Ia menulis, ”Guru SMU saya sangat menyukai bahasa Inggris. Antusiasmenya sangat menular! Bahkan, hal yang sulit pun, ia buat menjadi mudah.”
Jane, dari Kanada, berbicara dengan antusias tentang guru
olahraganya yang ”penuh dengan ide untuk bersenang-senang sambil
belajar. Ia membawa kami ke alam bebas dan mengajar kami ski lintas alam
serta memancing di es. Kami bahkan membuat bannock, sejenis roti Indian, di api unggun yang kami buat sendiri. Semua ini merupakan pengalaman menakjubkan bagi seorang anak gadis rumahan yang biasanya cuma terpaku pada buku!”
Helen adalah seorang wanita pemalu
yang lahir di Shanghai dan bersekolah di Hong Kong. Ia mengingat, ”Pada
waktu saya kelas lima, saya punya seorang guru,
Pak Chan, yang mengajar olahraga dan melukis. Saya bertubuh kurus dan
sangat buruk dalam bermain voli dan basket. Ia tidak mempermalukan saya.
Ia memperbolehkan saya bermain bulu tangkis dan permainan lain yang
lebih cocok buat saya. Ia berpengertian dan baik.
”Begitu pula dengan melukis —saya
tidak bisa melukis orang atau benda. Jadi, ia memperbolehkan saya
melukis pola dan disain, hal-hal yang lebih bisa saya lakukan. Karena
saya lebih muda daripada siswa-siswi lainnya, ia meyakinkan saya untuk
tetap berada di kelas lima setahun lagi. Hal ini merupakan titik balik
dalam masa pendidikan saya. Saya memperoleh keyakinan dan membuat
kemajuan. Saya akan selalu berterima kasih kepadanya.”
Guru yang bagaimana yang tampaknya memberikan pengaruh terbesar? William Ayers menjawab dalam bukunya To Teach —The Journey of a Teacher, ”Untuk dapat mengajar dengan baik, yang paling dibutuhkan adalah seorang guru
yang penuh perhatian, kepedulian, dan pengabdian terhadap kehidupan
murid-muridnya. . . . Mengajar dengan baik bukanlah soal teknik atau
gaya, rencana atau tindakan tertentu. . . . Mengajar pada dasarnya
adalah soal kasih.” Jadi, guru yang berhasil itu yang seperti apa? Ia mengatakan, ”Guru yang menyentuh hati kita, guru yang memahami kita atau peduli kepada kita secara pribadi, guru yang gairahnya akan sesuatu —musik, matematika, bahasa Latin, layang-layang —menular dan memotivasi.”
Tak diragukan, banyak guru
telah menerima pernyataan penghargaan dari murid-muridnya dan bahkan
dari orang tua sehingga merasa terdorong untuk terus mengajar meskipun
menghadapi berbagai masalah. Ciri umum dari begitu banyak komentar ini
adalah minat yang tulus dan kebaikan hati yang diperlihatkan oleh sang guru kepada muridnya.
Tentu saja, tidak semua guru menggunakan pendekatan positif demikian. Selain itu, kita juga hendaknya mengingat bahwa guru
sering kali menghadapi banyak tekanan yang membuat mereka tidak dapat
berbuat banyak demi murid-muridnya. Hal ini membuat kita bertanya:
Mengapa orang-orang mau menjalani profesi yang sulit ini?
Cara Agar Lebih Sehat
SIAPA yang mau sakit? Ketika sakit, Anda merasa
tidak nyaman dan harus mengeluarkan biaya. Anda juga tidak bisa bekerja
atau pergi ke sekolah, tidak dapat uang, dan sulit mengurus keluarga.
Bahkan, Anda mungkin perlu dirawat orang lain. Selain itu, Anda harus
membeli obat dan membayar perawatan kesehatan yang mahal.
Ada ungkapan terkenal ”Mencegah lebih baik
daripada mengobati”. Memang, ada penyakit yang tidak bisa dihindari.
Tapi, ada banyak cara untuk memperlambat atau bahkan mencegah penyakit.
Perhatikan lima cara berikut yang bisa membantu Anda lebih sehat.
1 JAGALAH KEBERSIHAN
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan
Penyakit AS, ”Mencuci tangan adalah salah satu cara terpenting untuk
mencegah penyebaran penyakit dan menjaga diri tetap sehat.” Ketika kita
menyentuh hidung atau mata kita dengan tangan yang kotor, kita akan
mudah terkena demam atau flu. Pencegahan terbaik adalah dengan rajin
mencuci tangan. Menjaga kebersihan tangan dapat mencegah penyebaran
penyakit yang lebih berbahaya seperti pneumonia dan diare. Setiap tahun,
penyakit ini menyebabkan kematian dua juta anak di bawah umur lima
tahun. Bahkan, kebiasaan mencuci tangan bisa mengurangi penyebaran
penyakit yang mematikan seperti Ebola.
Cucilah tangan terutama pada situasi berikut untuk menjaga kesehatan Anda dan orang lain:
- Setelah menggunakan toilet.
- Setelah mengganti popok atau setelah membantu anak kecil menggunakan toilet.
- Sebelum dan setelah mengobati luka.
- Sebelum dan setelah bertemu dengan orang sakit.
- Sebelum menyiapkan, menyajikan, atau menyantap makanan.
- Setelah bersin, batuk, atau membuang ingus.
- Setelah menyentuh binatang atau kotorannya.
- Setelah membuang sampah.
Jangan anggap remeh pentingnya mencuci tangan.
Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang tidak mencuci tangan atau
asal-asalan sewaktu mencuci tangan setelah menggunakan toilet umum.
Bagaimana cara mencuci tangan yang benar?
- Basahi tangan dengan air bersih, setelah itu pakailah sabun.
- Gosok tangan Anda sampai berbusa. Bersihkan kuku, jempol, punggung tangan, dan sela-sela jari Anda.
- Gosok tangan Anda paling tidak selama 20 detik.
- Siram lagi dengan air bersih.
- Kemudian keringkan dengan handuk bersih atau tisu.
Cara ini memang sederhana tapi bisa mencegah penyakit dan menyelamatkan kehidupan.
2 GUNAKAN AIR BERSIH
Di beberapa negeri, air bersih selalu tersedia. Tapi di negeri mana pun,
air yang tadinya bersih bisa tercemar karena banjir, badai, rusaknya
pipa, atau masalah lainnya. Kalau air tidak berasal dari sumber yang
bersih atau tidak disimpan dengan cara yang benar, parasit penyebab
kolera, diare, tifoid, hepatitis atau penyakit lain bisa berkembang
biak. Sumber air minum yang tidak bersih adalah salah satu penyebab
terjadinya 1,7 miliar kasus diare setiap tahun.
Ada banyak cara untuk memperlambat atau bahkan mencegah penyakit
Sering kali, orang terkena kolera karena minum
air atau makan makanan yang tercemar kotoran dari orang yang sakit
kolera. Apa yang bisa Anda lakukan supaya terhindar dari penyakit karena
menggunakan air yang tercemar bahkan setelah terjadi bencana?
- Pastikan air yang Anda pakai untuk minum, menggosok gigi, membuat es, mencuci makanan dan piring, atau memasak berasal dari sumber yang bersih. Misalnya, air dalam kemasan yang berasal dari perusahaan tepercaya atau sumber air umum yang bersih.
- Apabila air keran Anda sudah tercemar, rebuslah airnya atau bersihkan dengan bahan kimia yang cocok.
- Saat menggunakan bahan kimia seperti klorin atau tablet penjernih air, ikuti petunjuk penggunaannya dengan teliti.
- Jika tersedia, gunakan saringan air yang bagus.
- Jika tidak ada produk pembersih air, gunakan pemutih pakaian. Taruh dua tetes pemutih pada setiap satu liter air, kemudian aduk airnya, setelah itu biarkan selama 30 menit sebelum digunakan.
- Selalu simpan air yang sudah dibersihkan di tempat yang bersih dan tertutup sehingga tidak tercemar lagi.
- Pastikan alat yang Anda gunakan untuk membawa air, seperti ember, dalam keadaan bersih.
- Pastikan tangan Anda bersih sewaktu memegang tempat air dan jangan masukkan jari atau tangan Anda ke dalam tempat air minum.
3 JAGA POLA MAKAN ANDA
Agar sehat, Anda memerlukan nutrisi yang
cukup. Untuk mendapatkan nutrisi yang cukup, Anda perlu memiliki pola
makan yang baik. Anda mungkin perlu memperhatikan jumlah garam, lemak,
gula, serta porsi makanan Anda. Makanlah buah dan sayuran. Selain itu,
variasikan makanan yang Anda santap. Sewaktu membeli roti, sereal,
pasta, atau beras, bacalah daftar kandungan gizi pada kemasan untuk
memastikan bahwa produk itu mengandung serat dan nutrisi yang tinggi.
Untuk mendapatkan protein, makanlah sedikit daging dan telur. Jika
mungkin, makanlah ikan beberapa kali dalam seminggu. Di beberapa negeri,
makanan yang kaya protein bisa berasal dari sayur-sayuran.
Jika mengonsumsi terlalu banyak gula dan lemak
padat, Anda bisa kelebihan berat badan. Jadi, air putih lebih baik
daripada minuman manis. Makanlah buah daripada makanan manis. Batasi
lemak padat yang Anda konsumsi dengan mengurangi makanan seperti sosis,
daging, mentega, kue, keju, dan biskuit. Daripada menggunakan lemak
padat untuk memasak, gunakanlah minyak yang lebih sehat.
Terlalu banyak mengonsumsi garam bisa membuat
tekanan darah Anda sangat tinggi. Kalau Anda memiliki masalah ini,
bacalah selalu daftar kandungan gizi pada kemasan. Daripada menggunakan
garam, gunakanlah rempah-rempah untuk menambah rasa makanan Anda.
Berapa banyak yang Anda makan, sama pentingnya dengan apa yang Anda makan. Jadi, berhentilah makan sebelum merasa kekenyangan.
Anda juga perlu berhati-hati agar tidak
keracunan makanan. Makanan apa pun yang dibuat dan disimpan dengan cara
yang salah bisa membuat Anda keracunan. Setiap tahun, 1 dari 6 orang di
Amerika jatuh sakit akibat keracunan makanan. Kebanyakan dari mereka
bisa pulih, tapi ada juga yang meninggal. Apa yang dapat Anda lakukan
agar terhindar dari bahaya ini?
- Sayuran yang ditanam dalam tanah mungkin diberi pupuk. Jadi, cucilah sampai bersih sebelum dimasak.
- Cuci tangan, talenan, peralatan masak, piring dan wadah makanan dengan air panas dan sabun sebelum memasak.
- Supaya kuman tidak menyebar, cucilah piring atau wadah yang digunakan untuk menaruh telur mentah, daging, atau ikan sebelum menggunakannya untuk menaruh makanan.
- Masak makanan pada suhu yang tepat. Simpan di kulkas makanan yang mudah basi atau yang tidak segera kita makan.
- Buang makanan yang mudah basi yang sudah berada pada suhu ruangan selama lebih dari dua jam. Atau, satu jam jika suhu ruangannya lebih dari 32 derajat Celsius.
4 TETAP AKTIF SECARA FISIK
Berapa pun usia Anda, teraturlah berolahraga
agar tetap sehat. Sekarang, banyak orang kurang berolahraga. Apa
manfaatnya olahraga yang teratur?
- Tidur lebih nyenyak.
- Tetap semangat.
- Tulang dan otot tetap kuat.
- Berat tubuh ideal.
- Risiko depresi menurun.
- Umur lebih panjang.
Apa akibatnya jika Anda tidak teratur berolahraga?
- Sakit jantung.
- Diabetes tipe 2.
- Darah tinggi.
- Kolesterol tinggi.
- Stroke.
Jenis olahraga yang cocok untuk Anda bergantung pada umur dan kondisi kesehatan
Anda. Jadi, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jenis olahraga
apa yang cocok bagi Anda. Beberapa sumber menyarankan agar anak-anak
dan remaja berolahraga sedang atau berat paling tidak 60 menit setiap
hari. Sedangkan untuk orang dewasa, sekitar 150 menit untuk olahraga
sedang atau 75 menit untuk olahraga berat setiap minggu.
Pilih olahraga yang menyenangkan seperti
bermain basket, tenis, sepak bola, jalan cepat, bersepeda, berkebun,
memotong kayu, berenang, bermain kano, jalan santai, atau olahraga
lainnya. Dari mana Anda bisa tahu bahwa olahraga itu sedang atau berat?
Olahraga sedang akan membuat Anda berkeringat, tapi olahraga berat akan
membuat Anda sulit berbicara saat sedang melakukannya.
5 CUKUP TIDUR
Kebutuhan tidur orang berbeda-beda. Umumnya,
bayi yang baru lahir harus tidur 16 sampai 18 jam sehari. Sedangkan,
anak usia 1 sampai 3 tahun butuh tidur sekitar 14 jam dan anak usia 3
sampai 4 tahun sekitar 11 atau 12 jam. Anak usia sekolah umumnya butuh
tidur 10 jam, anak remaja sekitar 9 atau 10 jam, dan orang dewasa 7
sampai 8 jam.
Kenapa harus cukup tidur? Menurut para peneliti, cukup tidur penting untuk:
- Tumbuh kembang anak-anak dan remaja.
- Meningkatkan kesanggupan belajar dan daya ingat.
- Menjaga keseimbangan hormon yang memengaruhi metabolisme dan berat badan.
- Kesehatan jantung.
- Mencegah penyakit.
Kurang tidur ada hubungannya dengan obesitas,
depresi, sakit jantung, diabetes, dan bahkan kecelakaan. Sekarang kita
sadar akan pentingnya cukup tidur.
Jadi, apa yang bisa Anda lakukan jika Anda susah tidur?
- Cobalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
- Buat kamar Anda tenang, gelap, nyaman, dan tidak terlalu panas atau dingin.
- Jangan menonton TV atau menggunakan smartphone di tempat tidur.
- Buat tempat tidur Anda senyaman mungkin.
- Hindari mengonsumsi makanan berat, kafein, dan alkohol sebelum tidur.
- Setelah menerapkan saran-saran tadi, jika Anda masih susah tidur atau masih mengalami gangguan tidur lain seperti kantuk yang berlebihan di siang hari atau sulit bernapas saat tidur, Anda mungkin perlu pergi ke dokter. ~Sedarlah
Derita Ikan Hiu
TIDAK banyak binatang yang lebih menakutkan daripada ikan hiu. Di seluruh dunia, diperkirakan terjadi rata-rata 75 serangan ikan
hiu tanpa alasan terhadap manusia setiap tahun, sekitar 10 di antaranya
berakibat fatal. Serangan semacam itu, yang diberitakan ke mana-mana,
ditambah citra negatif yang ditayangkan di film-film, membuat ikan hiu dicap sebagai pemangsa manusia. Tentu saja, ikan
hiu harus diwaspadai. Namun, bila dilihat secara objektif, lebih banyak
orang tewas karena sengatan lebah dan serangan buaya daripada karena
serangan ikan hiu.
Sebaliknya, ikan hiu sedang diserang manusia. ”Setiap tahun, 100 juta ikan hiu ditangkap —sedemikian
banyaknya sehingga jika hiu-hiu itu dideretkan, hidung menyentuh ekor,
panjang deretan itu bisa lima kali keliling bola bumi,” lapor peneliti
dari organisasi Argus Mariner Consulting Scientists dalam majalah Premier. Selain itu, jumlah ikan
hiu menyusut dengan pesat karena rendahnya angka kelahiran alami,
lambatnya pertumbuhan menjadi dewasa, dan lamanya masa kehamilan, belum
lagi polusi di tempat membesarkan anak-anak mereka. Begitu populasinya
menipis, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkannya.
Kebanyakan ikan
hiu ditangkap untuk diambil siripnya, yang sangat tinggi nilainya di
beberapa negeri Asia karena dianggap berkhasiat dan mengandung zat yang
membangkitkan gairah seksual.* Sup sirip ikan
hiu adalah hidangan mewah nan lezat yang harganya bisa mencapai 150
dolar AS semangkuk! Untuk memenuhi permintaan pasar Asia yang
menggiurkan, berkembanglah praktek ”amputasi” yang kejam dan boros —memotong sirip ikan hiu hidup dan melemparkan ikan itu kembali ke laut agar ia mati kelaparan atau tenggelam.
Perlu Tindakan agar Tidak Punah
Haruskah kita peduli dengan penderitaan ikan hiu? Bisa jadi, sulit bagi kita untuk memiliki simpati yang sama kepada ikan hiu seperti yang kita rasakan terhadap gajah atau ikan
paus. Namun, kita harus menyadari peranan penting mereka dalam
mempertahankan keseimbangan ekologi laut. Misalnya, kebiasaan makan
mereka membantu mengendalikan populasi ikan jenis lain sekarang ini.
Di beberapa negeri, sama sekali tidak ada peraturan tentang penangkapan ikan hiu. Setelah perdebatan selama sepuluh tahun, Meksiko, sebuah negeri yang banyak menangkap ikan
hiu, yaitu lebih dari 30.000 ton per tahun, baru-baru ini memberlakukan
hukum yang melarangkan pemotongan sirip hiu. Yang mempersulit upaya
pelestarian ikan hiu adalah permintaan sirip ikan
hiu telah mendorong maraknya penangkapan ilegal di kawasan laut yang
dilindungi di berbagai bagian bumi. Misalnya, direktur Dinas Taman
Nasional Galápagos menyatakan keprihatinannya, ”Penangkapan ilegal untuk
mengambil sirip ikan hiu di Galapagos telah
meningkat drastis dalam beberapa tahun ini. Kegiatan itu sangat
menguntungkan sehingga muncullah mafia di sini.”
Suatu langkah positif telah diambil untuk melindungi ikan hiu —praktek
mengamputasi sirip dilarang di beberapa negeri. Namun, Charlotte
Mogensen, seorang pejabat Dana Dunia untuk Alam (WWF), mengingatkan
bahwa ada lebih banyak lagi yang diperlukan. Ia mengatakan, ”Ikan
hiu tetap dalam bahaya di seluruh dunia. Kami mendesak semua organisasi
manajemen perikanan agar tidak hanya memberlakukan larangan
mengamputasi sirip ikan hiu, tetapi juga menetapkan syarat pengumpulan data ikan hiu, membatasi jumlah ikan hiu yang boleh ditangkap, dan menegakkan metode penangkapan yang aman bagi populasi ikan hiu.”~ Sedarlah
Bank Bibit - Berlomba dengan Waktu
HIDUP kita bergantung pada tanaman.
Tanaman adalah sumber pangan dan sandang. Tanaman merupakan sumber
energi, bahan bangunan, dan obat-obatan yang menyelamatkan kehidupan.
Binatang, unggas, dan serangga pun bergantung pada tanaman. Akan tetapi,
menurut beberapa peneliti, seperempat tanaman yang ada di bumi ini
terancam punah dalam kurun waktu 50 tahun mendatang. Pelopor pelestarian
tanaman yang berlomba dengan waktu adalah Proyek Bank Bibit Milenium.
Bangunan senilai 120 juta dolar AS di
Inggris bagian selatan itu, yang dielu-elukan sebagai ”Bahtera Nuh
untuk tanaman” dan sebagai ”sarana yang menjamin terlindungnya planet
ini”, akan mengamankan ratusan juta bibit yang dikumpulkan dari sejumlah
spesies yang paling terancam punah dari muka bumi ini.
Apakah Bank Bibit Itu?
Pernahkan Anda menyimpan barang Anda
yang berharga di bank agar aman sampai Anda memerlukannya lagi? Bank
bibit menjalankan fungsi yang serupa bagi tanaman. Bank bibit merupakan
cara yang mudah dan ekonomis untuk melestarikan jenis tanaman apa pun
yang berbibit, dari herba terkecil hingga pohon tertinggi. Begitu
disimpan, bibit tersebut tidak membutuhkan banyak perhatian. Kebanyakan
bibit tidak makan banyak tempat. Satu ampul kaca kecil dapat menampung
sejuta bibit anggrek! Sebuah toples biasa dapat memuat banyak bibit
spesies lainnya yang sama jumlahnya dengan penduduk sebuah kota. Setelah
melalui proses tertentu, semua bakal tanaman itu dapat dilestarikan
dengan aman hingga berpuluh-puluh tahun, bahkan berabad-abad, jauh lebih
lama daripada ketahanannya di alam bebas.
Bank bibit bukanlah hal baru,
meskipun di masa lalu bank bibit dimanfaatkan terutama untuk tanaman
pangan komersial. Pada tahun 1974, para ilmuwan Kebun Raya Kerajaan di
Kew, London, mulai mempelajari cara melestarikan bibit tanaman liar di
kantor cabang mereka di Wakehurst Place, daerah pinggiran Sussex.
Setelah menyimpan 4.000 spesies yang berbeda dari seputar dunia, mereka
sadar bahwa mereka memerlukan suatu proyek yang jauh lebih besar untuk
memastikan agar tanaman-tanaman di seluas dunia serta habitatnya tidak
punah. Oleh karena itu, pada tahun 1998, Kew mulai membangun bank bibit
yang lebih besar di lahan Wakehurst Place.
Mencapai Tujuan-Tujuannya
Tujuan pertamanya, bahkan sebelum
pembangunannya selesai, adalah menyimpan bibit dari segala jenis pohon,
belukar berduri, rumput, semak, dan bunga liar di Inggris sebelum tahun
2000 berakhir. Dari 1.440 spesies asli, 317 spesies terancam punah.
Sudah ada 579 spesies yang tersimpan di bank tersebut di Kew, dan suatu
tim yang beranggotakan lebih dari 250 botanikus profesional maupun
amatir menjelajahi negeri itu untuk mencari spesies-spesies selebihnya.
Dengan semangat yang tinggi, mereka mendaki gunung, menuruni jurang, dan
mengarungi air sedingin es demi mencari tanaman yang sulit didapat.
Semua jenis bibit dapat ditemukan sebelum tenggat waktunya berakhir,
kecuali segelintir spesimen langka.
Sejak tahun 2000, tujuan utama bank
itu adalah mengumpulkan dan menyimpan sepersepuluh, atau lebih dari
24.000 spesies, flora berbibit di bumi ini sebelum tahun 2010, khususnya
spesies-spesies yang tumbuh di daerah kering. Seperlima populasi
manusia di bumi tinggal di daerah panas dan kering ini, dan bergantung
pada tanaman untuk kelangsungan hidupnya, tetapi daerah yang berubah
menjadi gurun semakin luas setiap tahunnya. Ekspedisi-ekspedisi
pengumpulan bibit dimulai di beberapa negeri pada awal tahun 1997, dan
pada bulan Februari 2001, para pemburu bibit dari Kew telah mengumpulkan
300 juta bibit dari 122 negeri, sehingga hanya sekitar 19.000 spesies
lagi yang masih harus dikumpulkan.
Menyimpan Benih
Para pekebun dan petani telah lama
mengumpulkan dan menyimpan bibit. Akan tetapi, bibit yang dikumpulkan
dan disimpan di Bank Bibit Milenium akan hidup jauh lebih lama daripada
jangka waktu kehidupan alamiahnya. Rahasianya terletak pada caranya
bibit-bibit itu dikeringkan dan dibekukan.
Setelah benih yang dikumpulkan
cukup banyak jumlahnya serta dibersihkan dari materi di sekitarnya,
benih-benih itu ditaruh di dalam kantong kertas atau kain atau bahkan
dalam botol minuman ringan sebelum dikirimkan ke Inggris. Sementara itu,
para pengumpul bibit menyiapkan spesimen tanaman yang sudah dikeringkan
dan diawetkan dari mana bibit itu berasal agar dapat diidentifikasi
sesuai dengan prosedur di Kew, dan lokasi tempat ditemukannya bibit itu
dicatat dengan menggunakan satelit navigasi.
Setibanya di Wakehurst Place,
bibit-bibit itu menjalani dua tahap pengeringan yang sangat penting,
diselingi suatu sesi pembersihan. Setelah ditaruh dalam dua ruangan yang
memiliki kelembapan nisbi yang berbeda dan semakin rendah serta lebih
kering daripada kebanyakan gurun, kandungan air bibit-bibit itu
diturunkan dari sedikitnya 50 persen hingga sekitar 5 persen. Hal itu
menjamin bibit-bibit itu tidak akan rusak sewaktu dibekukan dan
memperlambat proses biologis bibit itu sampai mencapai kondisi
seakan-akan mati suri, sehingga dapat tahan untuk jangka waktu yang
sangat lama. Sebelum disimpan, sampel dari bibit itu diperiksa dengan
sinar-X untuk melihat apakah bibit itu masih baik atau telah dirusak
serangga. Sampel kedua diuji untuk mengetahui apakah bibit itu akan
tumbuh atau tidak. Malahan, setiap sepuluh tahun, sampel-sampel diambil
dan dihidupkan kembali untuk melihat apakah bibit itu masih siap tumbuh
atau tidak. Jika jumlah bibit yang tumbuh kurang dari tiga perempat
sampel yang diperiksa, bibit-bibit baru perlu dikumpulkan.
Mengetahui bagaimana bibit bereaksi
terhadap penyimpanan jangka panjang serta cara menumbuhkannya di
kemudian hari merupakan bidang yang penting dalam penelitian. Akhirnya,
bibit-bibit itu dikemas dalam toples kaca kedap udara dan dimasukkan ke
dalam salah satu dari dua ruangan pembeku bawah tanah yang terletak
dalam bangunan besar dari beton. Di dalam ruangan pembeku itu,
bibit-bibit ini, yang telah disusun dengan rapi pada rak-rak yang ada,
memulai tidur panjangnya pada suhu -20 derajat Celsius.
Apakah proses itu berhasil? Ya.
Beberapa tahun yang lalu, saat diadakan pengujian atas 3.000 jenis bibit
tanaman yang telah disimpan selama sepuluh tahun, 94 persen di
antaranya tumbuh.
Beberapa spesies menghadirkan
masalah. Bibitnya mati jika kandungan airnya merosot tajam.
Spesies-spesies itu antara lain adalah beberapa jenis pohon ek (Quercus), pohon cokelat (Theobroma cacao), dan pohon karet (Hevea brasiliensis).
Tetapi, apabila bibit spesies-spesies itu dibekukan saat kandungan
airnya masih tinggi, bibit itu justru akan mati, karena sewaktu membeku,
air memuai dan mendobrak dinding sel bibit. Para ilmuwan sedang mencari
cara untuk mengatasi masalah ini. Salah satu solusi yang mungkin
dilakukan adalah dengan mengekstrak embrio bibit itu, mengeringkannya
dengan sangat cepat, dan menyimpannya dalam nitrogen cair pada suhu yang
sangat rendah.
Siapa yang Memperoleh Manfaatnya?
Sama seperti bank finansial, Bank
Bibit Milenium melakukan transaksi pembayaran. Sampel-sampel bibit
digunakan untuk penelitian. Seperempat dari semua obat diambil dari
tanaman, meskipun 80% tanaman di dunia masih belum diteliti. Apa saja
obat baru yang masih akan ditemukan? Suatu spesies tanaman semak (Vicia faba)
dari Mediterania didapati mengandung protein pembeku darah yang dapat
membantu mendeteksi kelainan yang langka pada darah manusia. Mungkin
akan ditemukan pula jenis-jenis baru makanan, sumber energi, atau serat.
Para ilmuwan mancanegara tinggal di
Bank itu seraya mempelajari cara menyimpan dan menumbuhkan bibit agar
mereka dapat membangun bank bibit di negeri asalnya. Setiap negara yang
menyetorkan bibit ke bank itu memegang saham yang penting, dan akan
memperoleh hasil yang setara dari manfaat dan keuntungan penelitian apa
pun yang dilakukan.
Dengan menggunakan sampel-sampel
bibit untuk memulihkan lahan-lahan yang telah rusak serta meningkatkan
stok spesies yang sangat terancam punah, strategi konservasi ini
diharapkan akan turut meredam cepatnya kepunahan flora dunia serta
banyak bentuk kehidupan yang bergantung padanya.
Bagaimana Perlombaan Itu Dimenangkan?
Tidak seorang pun dapat meragukan
gentingnya situasi yang dihadapi umat manusia. Roger Smith, kepala
departemen konservasi bibit di Kew, memberi tiga alasan untuk proyek
ini, ”Alasan pertama adalah penggunaan langsung. Seberapa banyak yang
kita ketahui tentang setiap tanaman, sehingga kalau tanaman itu lenyap,
kita tahu seberapa besar kerugian yang diakibatkannya pada makanan atau
obat-obatan? Alasan kedua adalah jaring kehidupan. Bayangkan bahwa
seluruh spesies yang ada di bumi membentuk sebuah jaring, dan setiap
spesiesnya adalah benang penghubung jaring itu. Berapa banyak benang
penghubung yang dapat Anda putuskan sampai jaring itu tidak berfungsi
lagi? Alasan yang paling kuat adalah soal kepengurusan. Apa hak generasi
sekarang untuk mengambil alih kebebasan memilih dari generasi yang akan
datang, dengan tidak meneruskan spesies-spesies yang diwarisinya?”
Tantangan masa depan sangatlah
besar. Koordinator proyek, Steve Alton, mengatakan, ”Anda bisa saja
punya segala jenis bibit yang ada di bumi ini, tetapi jika tidak ada
habitat tempat tanaman itu akan ditanam, percuma saja menyimpan
bibit-bibit itu.” Mungkinkah spesies-spesies yang hampir punah ini
diselamatkan, dan pemeliharaan planet kita dipastikan akan dilaksanakan
secara bertanggung jawab?
Langganan:
Komentar (Atom)